Nilai–Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Doraemon Serta Relevansinya dengan Psikologi Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.21927/ijeeti.2022.1(1).9-25Abstract
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon dan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon terhadap psikologi perkembangan anak usia Sekolah Dasar.Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam dalam penelitian ini adalah dokumentasi meliputi data primer yakni isi film kartun Doraemon dan data sekunder yakni hasil tulisan yang membahas tentang film kartun Doraemon baik berupa buku maupun jurnal dan artikel. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi, yaitu analisis isi pesan dan metode pengolahan pesan, atau alat untuk mengamati dan menganalisis isi perilaku komunikasi terbuka komunikator yang dipilih. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Doraemon mengandung penerapan nilai-nilai pendidikan karakter yang digambarkan oleh hampir semua tokoh yang berada di film kartun doraemon. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada film kartun doraemon yaitu antara lain : 1) Nilai peduli sosial, nilai rasa ingin tahu, nilai peduli lingkungan, nilai kreatif, nilai tanggungjawab, dan nilai menghargai prestasi. 2) Nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon relevan diterapkan dalam pendidikan di Sekolah Dasar karena pengimplikasiannya dalam pendidikan sering dilakukan oleh guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar seperti halnya : meningkatkan kreatifitas di kelas, selalu ingin mempelajari tentang hal baru yang ditemui, mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan keputusan yang telah diambil, tidak mudah bergantung dengan orang lain, mengajarkan kebersamaan dan kepedulian dalam diskusi/kerja kelompok, mengajarkan untuk saling menjaga lingkungan sekitar, menghormati dan menghargai orang lain.
Kata kunci : Nilai-Nilai karakter, Film Doraemon, Anak Usia Sekolah Dasar
References
Abdi, A. P. (2019). KPAI : 24 Kasus Anak di Sekolah pada Awal 2019 Didominasi Kekerasan.
Alma Buchari. (2015). Pembelajaran Studi Sosial. Bandung: Alfabeta.
Anwar, C. (2017). Teori-teori pendidikan klasik hingga temporer. Yogyakarta: IRCiSoD.
Ardiyaningrum, M. (2016). Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas Vii Smp Muhammadiyah 9 Yogyakarta Melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Problem Posing. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 4(1), 53. https://doi.org/10.21927/literasi.2013.4(1).53-70
Asmoro, B. P., & Mukti, F. D. (2019). Peningkatan Rasa Ingin Tahu Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Model Contextual Teaching and Learning Pada Siswa Kelas Va Sekolah Dasar Negeri Karangroto 02. Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 2(1), 115–142. https://doi.org/10.36768/abdau.v2i1.28
Badriah, L. (n.d.). Pengaruh strategi pemecahan masalah terhadap hasil belajar matematika siswa kelas iv tingkat sd. 17–30.
Dasar, S. S. (2016). Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Metodik Didaktik : Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 9(2), 25–33. https://doi.org/10.17509/md.v9i2.3250
Dimyati. (2009). Peran Guru sebagai Model dalam Pembelajaran Karakter dan Kebijakan Moral Melalui Pendidikan Jasmani. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Dudu Suhandi Saputra, Y. D. H. (2020). EFEKTIVITAS MEDIA FILM PENDEK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V SEKOLAH DASAR. Cakrawala Pendas, 6.
Kebumen, K., & Pelajaran, T. (2011). KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MEMBACA DI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Oleh : 52–62.
Liefner, I., Billings, A., & Jelinek, M. (2009). éƒçŽ® 1 ,æŽç‡•è 2 ,宋å§å©· 3 ( 123. 1–6.
Maksum, K., & Arifin, A. S. (2019). Pola Pendekatan Penanganan Gangguan Perilaku ( conduct disorder ) pada Pelajar SD : Sebuah Upaya Mengurangi Perilaku Kekerasan Pelajar di Yogyakarta. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume, 6(2), 259–277.
Narut, Y. F., & Nardi, M. (2019). Analisis Sikap Peduli Lingkungan Pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar di Kota Ruteng. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(3), 259–266. https://doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i3.p259-266
Rouzi, K. S., Chirzin, M., Anis, M., & Azhar, M. (2020). Synergizing Parenting Style Between Sacred Text And Baumrind’s Context. International Journal Of Scientific & Technology Research, 9(2), 1421.
Sukmadinata, N. S. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Supriadi, D. (2001). kreativitas, Kebudayaan, dan Perkembangan Iptek. Bandung: Alfabeta.
Sutomo, W., & Milyani, V. (2019). Mengidentifikasi Karakter “Menghargai Prestasi†Peserta Didik Kelas VIII SMP N 5 Muaro Jambi. Publikasi Pendidikan, 9(2), 110. https://doi.org/10.26858/publikan.v9i2.9000
Widiyasanti, M., Proketen, S. D., & Yogyakarta, N. (2018). Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas V. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 1–16. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i1.21489
Yuliyanto, A., Fadriyah, A., Yeli, K. P., & Wulandari, H. (2018). Pendekatan Saintifik Untuk Mengembangkan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar. Metodik Didaktik, 13(2), 87–98. https://doi.org/10.17509/md.v13i2.9307
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
