Gyoza Ikan Bandeng Sebagai Inovasi Pangan Lokal Desa Juwiring Untuk Penurunan Angka Stunting

Srilya Putri Pamungkas, Aisyah Nur Safitri, Ahmad Alfaid, Widya Harvianty, Fariqotul Khoiriyah, Prasetya Lestari

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang balita yang ditandai dengan tubuh lebih pendek dari anak seusianya sehingga berpengaruh pada kecerdasan otak. Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 21,6% pada tahun 2022 dan telah ditetapkan target prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024, sehingga diperlukan upaya penanggulangan balita stunting dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan pencegahan stunting serta melakukan pelatihan pengolahan produk pangan sehat berbasis potensi pangan lokal. Pelaksanaan program ini didasarkan pada hasil kegiatan familiarisasi dan assessment yang dilakukan dengan menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) bersama masyarakat setempat. Peningkatan pemahaman dapat dilihat dari antusias masyarakat desa yang berperan aktif dan antusias dalam proses diskusi, serta dilihat dari masyarakat yang berhasil mempraktikkan pelatihan sesuai dengan materi yang telah disampaikan.

Authors

Srilya Putri Pamungkas
putrisrilya@gmail.com (Primary Contact)
Aisyah Nur Safitri
Ahmad Alfaid
Widya Harvianty
Fariqotul Khoiriyah
Prasetya Lestari
Author Biographies

Srilya Putri Pamungkas, Universitas Alma Ata

Program Studi Ilmu Gizi

Aisyah Nur Safitri, Universitas Alma Ata

Program Studi Akuntansi

Ahmad Alfaid, Universitas Alma Ata

Program Studi Pendidikan Agama Islam

Widya Harvianty, Universitas Alma Ata

Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan

Fariqotul Khoiriyah, Universitas Alma Ata

Program Studi Ilmu Gizi

Prasetya Lestari, Universitas Alma Ata

Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan
Copyright and license info is not available

Article Details